Sabtu, 17 Maret 2012

Peran Orang Tua Kepada Anak Terhadap Film Sensualitas


A.    Latar belakang Masalah
Pada saat sekarang ini, teknologi semakin canggih, tak heran jika semua ide-ide manusia di tuangkan dalam pembuatan film, pada dasarnya film membuat semua orang terkesan melihatnya, membuat sesuatu yang ditayangkan menjadi hidup difikiran setiap penontannya.
Maraknya Film horor di Indonesia yang menunjukan sensualitas. Hal tersebut menunjukan bahwa di Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kata pornografi, terutama yang ada pada film-film horor. Adegan demi adegan yang tidak pantas untuk di tayangkan itu sekarang semakin merebaknya dampak negatif pada masyarakat terutama anak-anak.
Sekarang sudah banyak kasus yang berlandaskan aksi pornografi dan salah satunya dari film horor di Indonesia, jika sekarang saja sudah banyak kasus yang seperti itu dan tidak ada penanganan yang lebih lanjut atas film-film itu, bagaimana generasi kedepan.
Dalam masalah ini yang berperan aktif adalah orang tua, orang tua harus mengerti dan mengetahui apa yang di lakukan dalam keseharian anak-anaknya, pencegahan itu lebih diutamakan karena jika anak sudah mengetahui hal tersebut orang tua akan kesulitan dalam menanganinya, banyak faktor yang membuat anak menjadi susah diatur.

B.    Rumusan Masalah
1.    Bagaimana peran orang tua terhadap remaja bahkan anak-anak yang meniru adegan yang seharusnya tidak di lakukan ??

C.    Landasan Teori
1.    Sensor film
Ketika ada yang tidak beres dalam masyarakat, orang biasanya mencari penyebabnya, meski tak bisa di bilang logis, adalah mudah untuk menyalahkan sesuatu yang baru sebagai  timbulnya penyakit sosial.
Biasanya di indonesia sensor di pakai untuk adegan yang tidak pantas untuk di lihat, karena penonton bukan hanya dewasa, tetapi anak kecilpun ikut menonton, maka dari itu sensor di berlakukan dan selain adegan yang tidak baik, kata-kata kasar atau kata yang tidak pantas untuk diucapkan atau ditiru biasanya di sensor.
Banyak muncul tuntutan agar film tersebut dilarang-pelarangan pertama tapi jelas bukan terakhir terhadap sebuah film. Semua kalangan beranggapan bahwa ini menyangkut isu moral  yang tidak pantas untuk di lakukan, para pembuat film mulai cemas dan berfikiran akan memakai kode film atau kategori-kategori untuk membantu pantas tidaknya film yang akan ditonton.
Dengan adanya sensor film diharapkan adanya banyak perubahan walai itu msih sulit untuk dihilangkan, orang tua harus selalu waspada dan hati-hati akan tidak mengalami pada anaknya.
Di bawah tekanan kuat, industri film mengadopsi Motion Picture Production Code pada tahun 1930, yang mengkodifikasi hal-hal yang pernah di lakukan Will Hays. Tidak boleh ada bahasa kasar, kesan seksual, dan tidak boleh ada tokoh jahat yang akan dihukum.



D.    Kerangka pikir














Metode Penelitian
1.    Objek Penelitian
Adapun objek penelitian dalam penelitian ini meliputi:
a.    Usaha orang tua dan masyarakat yang meliputi :
•    Bimbingan pada anak-anak saat menonton tv
•    Mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan anak-anak atau remaja saat di luar rumah
•    Orang tua berperan aktif dalam menjaga anak-anaknya


2.    Indicator Penilain
Berdasarkan teori yang ada, idikator yang muncul dan yang akan dijadikan dasar penelitian adalah:
a.    Usaha orang tua dan masyarakat yang meliputi :
•    Bimbingan pada anak-anak saat menonton tv
    Tidak boleh menayangkan adegan yang porno
    Tidak memakai bahasa yang kasar
    Tokoh tidak boleh terkesan jahat

•    Mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan anak-anak atau remaja saat di luar rumah
    mengetahui agenda anak
    menanyakan kegiatan anak di luar rumah
    membantu kesulitan atau masalah anak

•    Orang tua berperan aktif dalam menjaga anak-anaknya
    SU =  Semua Umur
    BO =  Bimbingan Orang tua
    A    =  Anak-anak
    R    = Remaja


3.    Alat Pengumpul Data
Berdasarkan data yang akan dicari seperti yang ada dalam indicator di atas, maka alat pengumpul data yang ditetapkan adadah:
a.    Angket
b.    Wawancara mendalam
c.    Dokumentasi



E.    Kerangka Laporan Penelitian

BAB I  …………………….
BAB II  …………………………
BAB III.  PERAN ORANG TU TERHADAP ANAK


A.    Usaha Orang Tua Terhadap Anak
1.    Bimbingan pada anak-anak saat menonton tv.
    Tidak ada adegan porno
    Memakai bahasa yang tidak kasar
    Tokoh-tokoh film yang baik

2.    Mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan anak-anak atau remaja saat di luar rumah
    Mengetahui jadwal anak
    Fokus pada acara anak yang diluar rumah
    Menjadi sahabat bagi anak

3.    Orang tua berperan aktif dalam menjaga anak-anaknya
    Faham kebutuhan anak
    Mengerti kondisi dan situasi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar